Rabu, 11 November 2015

Tes Akurasi

Tes Akurasi Laras

Bagi Pecinta/Penghobi senapan angin, Akurasi/Grouping Rapat pada jarak tertentu sesuai spek senapan angin sangat di idamkan alias mutlak. Banyaknya variasi senapan angin dengan berbagai type, merk, ketahanan, power menghasilkan variasi akurasi senapan itu sendiri.

Saya disini bercerita pengalaman grouping pada target kertas dengan jarak + 10m, menggunakan :
1. senapan angin Sharp apache produk dalam negeri alias lokal,
2. mimis Canon expert (dome) , Predator Polymag, RWS Superdome
3. peredam,
4. benchrest sederhana,
5. Teleskop.

Tes dilakukan pada malam hari pulang dari kerja, sekitar jam 20:00WIB samping rumah.
Power dengan 5x pompa, masing mimis 4x shoots.

Jumat, 30 Oktober 2015

Kamis, 29 Oktober 2015

Riflescope - Telescopes

Leupold® VX-3, 3.5-10x50mm heavy duplex
NIKON Buckmasters 3-9x50 Rifle Scope, Nikoplex Reticle, Matte Black (6430) (Philiphine)

SPECIFICATION

  Magnification     3x–9x  
  Objective Lens Diameter, mm     50  
  Field of View (FOV) @ 100yds, ft     11.9–35.7  
  Exit Pupil, mm     5.6–16.7  
  Eye Relief, mm     91  
  Tube Diameter, in     1"  
  Objective Outside Diameter, mm     61.7  
  Eyepiece Outside Diameter, mm     43  
  Click Value, in @ 100yds     0.25" (1/4 MOA)  
  Max Internal Adjustment     80 MOA  
  Parallax Setting, yds     100  
  Reticle     Nikoplex  
  Length, in     13.4"  
  Weight, oz     18.0  
Zeiss Classic Diavari V 2.5-10x50 T*, Tube 30mm reticle-44 illum.
Manufacturer Zeiss
Riflescopes series Zeiss Classic Diavari
Variable magnification Yes
Minimal magnification 2.5x
Maximal magnification 10x
Lens diameter 50 mm
Max. exit pupil diameter 14.9 mm
Min. exit pupil diameter 5.0 mm
Maximal eye relief 80 mm
Minimal eye relief 80 mm
Maximum field of view 13.0 m/100m
Minimal field of view 4.0 m/100m
Twilight Factor 7.1 - 22.4
Light transmission
Reticle position 1. focal plane - FFP
Adjustment per click 1cm/100m-0.1mrad
Adjustment range 1.4 / 1.4 m/100m
Windage N/A
Turret Type Capped
Elevation Per Turn 6 MRAD - 60cm
Nr. Turret Turns MT - Multi Turn
Turret rotation direction CW
Reticle illumination Yes
Illumination color Red
Day time usable illumination No
Auto-TurnOff Yes
Parallax setting 100m
Parallax adjustment No
Parallax adj. range
Diopter range +2 / -4 dpt
Fast focus eyepiece Yes
Lens coating Fully Multicoated
Waterproof Yes
Fogproof Yes
Shockproof Yes
Build in rangefinder No
Temperature range -25 / +50° C
Filled with Nitrogen
Length 325 mm
Tube diameter 30 mm
Objective diamater 56 mm
Eyepiece diameter 41 mm
Mount lenght
Mount rail No
Weight 525 g
In production since
Made in Germany


Swarovski Habicth 2.5-10x42, Tube 30mm-4A(Austria)

Winchester 3-9x56 (Chine) 

Rabu, 28 Oktober 2015

Pellets / Mimis 4,5mm

Pellets/Mimis yang saya pakai :

1. RWS Superdome

2. Predator Polymag

3. Black Snipper

4. Canon Expert dome
5. Target
6. Master Dome & Superdome
7. Black Snipper

Rabu, 14 Oktober 2015

Perlengkapan Lain

1. Kacamata

Shot Gun – Smoke Frame


ShotGun 2 – Sodium Yellow Lens


The Hood – Smoke Frame


Sumber : http://www.proteusphototech.com

2. Pisau (Knive)
Blade Tech Black Wolf. 4 3/4" closed linerlock. 3 1/2" black finish S30V stainless blade with thumb hole. Textured black fiberglass reinforced nylon handles with lanyard hole. Designed by Tim Wegner. Four-way reversible black finish stainless pocket clip. 
Sumber : http://www.weapons-universe.com/Brands/Blade-tech-Knives/Blade-Tech-Black-Wolf-BW.shtml

3. Spotting Scope

Winchester® 20-60x80 mm Spotting Scope with Case & Tripod

 

Selasa, 01 September 2015

@d'jamet sengin Humor

HUMOR SENAPAN versi KOPREKOLOGY.

***KOPREKOLOGY***

  • Setelah beberapa waktu memiliki sebuah bedil pompa Sharp Innova, seorang newbie bedil berniat mengganti larasnya yang mulai ngaco, karet-karet seal-nya yang sudah bocor sana sini, sambil ingin memuaskan rasa penasarannya untuk melihat jeroan dan mekanisme bedil anginnya. Inilah pengalaman pertamanya membuka bedil.
  • Jam 9 pagi ia mulai proyeknya. Ia siapkan segenap obeng, kunci-kunci, palu, batang bambu, olie, kain lap, serta bensin yang ia tuangkan ke gelas untuk mencuci gluprutan olie dan grease. Karet2 seal sudah beli di toko 1 set lengkap.
  • Dengan semangat tinggi ia buka semua komponennya, tanpa kesulitan yang berarti. Ia bersihkan dengan bensin, dan ganti semua komponen yang dirasa rusak.
Sekarang saatnya merakit ulang.
  • Diambilnya laras baru. Dilumurinya seluruh permukaan luar ujung laras dan lubang housing laras di receiver dengan lem besi, lalu laras dimasukkan sambil diputar-putar. Jemur sampai kering. Lega. Selesai urusan laras.
Ia pasang seluruh seal baru, lalu jerohan dimasukkan kembali ke tempatnya sesuai urutan. Popor dipasang dan dikencangkan bautnya. Selesai sudah. Pikirnya.
Tes pompa. Ha... sepertinya masuk anginnya, tapi kok ringan sekali ? Bunyi woossssshh.....wossshhhh.
  • Wah, ada yang salah, nih? Dengan semangat tinggi ia buka lagi semuanya. Setelah diteliti dan dianalisis seperti doktor bikin penelitian disertasi, akhirnya ketemu juga kumannya. Karet seal kapsul tabung angin robek bocor termakan lubang2 tabung di depan yang tajam. Rupanya kapsul tabung angin ia masukkan dari depan. Ia ganti sealnya lagi dengan yang baru, dan dimasukkan kembali hati-hati dari belakang.
Ia tes pompa bedilnya. Brottttt.....brottttttt. Ngobos belakang.
  • Dengan penasaran ia bongkar lagi dari depan, lepas kembali tabung dari receiver. Rupanya rod (stik) pentil stainless terbalik pasang. Yang bagian pendek terbalik dengan bagian panjang. Ah, gampanggggg. Balik saja. Segera ia rakit ulang semuanya.
Tes pompa ulang. Brootttt.....brottttt. Tetap ngobos belakang.
  • Ia mengernyitkan kening. Gimana tow bedil edan ini? Ia bongkar ulang dari depan, buka tabung dari receiver dan periksa pikir ulang. Akhirnya ia temukan jawabnya. Oooooo....rupanya cincin penahan stik pentil terbalik pasang. Mestinya dipasang di belakang, ia pasang di depan. Halah....gitu aja kok repot. Dia masukkan ke posisi yang benar, dan bedil dirakitnya lagi semuanya.
Sekarang pasti jadi.
  • Tes pompa lagi. Lhoo.....kok lengan pompa tidak sampai kandas ke tabung ? Menggantung seperti lengan cakil.
Dengan analisis mekanika akhirnya ketemu juga jawabnya. Ternyata setelan batang pompa kepanjangan. Ia kendorkan baut pengunci housing kepala pompa, dan ia putar ke kanan supaya memendek. Setelah buka-pasang buka-pasang batang pompa sampai lebih 10 kali, akhirnya ketemulah ukuran yang tepat. Lengan pompa (forearm) tepat masuk ke dasar permukaan tabung.
Ia mulai lelah dan berkunang-kunang. Sudah lebih dari 15 kali bongkar pasang. Perutnya melilit. Tapi ia yakin sudah selesailah sekarang tuntas semuanya. Dirakitnya kembali semua.
  • Dengan penuh semangat ia tes pompa 10 kali. Semua angin masuk semua. Betapa lega hatinya.
Dimasukkannya mimis, dan ia tes tembakkan. Jjbbbroooottttttshhhhhsssss. Ia terhenyak terperanjat kaget bukan kepalang. Angin keluar dari segenap penjuru receiver. Matanya pedih kesembur olie dari pantat receiver. Ia sudah hampir menangis. Kennnaappaaaaa laaggggiiiii innniiiii ?
Diintipnya lubang laras dari depan. Gelap. Pellet masih duduk manis di tempatnya. Tidak keluar. Diambilnya kawat panjang, ditohoknya pellet dari depan supaya keluar dari buntut. Tentu saja moncong dan ulirnya terluka.
  • Setelah kesekian puluh kali bedil ia bongkar, sekali lagi receiver bedil ia bongkar lepas untuk meneliti penyakitnya. Setelah dibolak-balik puluhan kali akhirnya ketemu penyakitnya. Lubang transfer port ketutup lem besi. Angin dari kapsul tabung angin tidak bisa masuk ke laras. Bahkan segumpal lem besi ikut menempel keras ke dalam laras.
Sambil menangis ia pukul-pukul receiver dengan palu untuk memisahkan lagi laras dan receiver untuk dibersihkan semuanya. Hingga receivernya retak. Akhirnyapun laras bisa tercabut, dibersihkan, dikeringkan dan dilumuri lem lagi dengan sehati-hati mungkin, laras kembali dimasukkan ke receiver, putar hati-hati.
Dipasangnya kembali semuanya. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Lapar dan haus bukan kepalang. Dia bertekad inilah rakitan yang terakhir. Ia ingin segera selesai, rapikan semuanya, minum makan mandi jemput pacar dan tidur, dan berburu esok pagi.
Dipompanya bedil 12 kali. Dimasukkan mimisnya, dibidikkan batang pohon rambutan dan ditembakkan.
Jjbbbrrrrooootttssshhhhhhhhh. Angin berhamburan dari receiver ke semua penjuru. Matanya kanannya kemasukan olie lagi. Kali ini lebih banyak. Mimis tetap tidak keluar.
Bedil ia banting ke tanah.
  • Mukanya pucat seperti kertas. Ia betul-betul sudah putus asa. Betul-betul tidak tahu lagi apa yang mesti diperbuat. Lelah luar biasa. Matanya sudah gelap sebelah kesembur olie. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Saatnya ia jemput pacarnya les. Haus lapar jengkel tak terkira. Refleks ia sambar gelas di sampingnya, ditenggaknya seluruh isinya, dengan cara seperti menenggak Jack Daniel seperti biasa ia lakukan dengan teman-temannya.
Ia kaget seperti dipatuk ular. Gidro-gidro. Rasanya aneh. Lidah, mulut dan kerongkongan terasa pedas seperti terbakar.
Untuk meredakan stress, putus asa dan pedas terbakar di mulutnya, diambilnya sebatang rokok, diselipkan di bibirnya, dan dinyalakannya dengan korek api.
Tiba-tiba terdengar ledakan cukup keras di mulutnya. Seperti letupan meriam bambu. Ia terjengkang ke belakang. 6 biji gigi depannya yang mrongos rontok dan terpental melesat dengan kecepatan 350 fps. Luncuran gigi menghantam dinding di depannya dengan grouping 15 cm center-to-center, seperti pola spread tembakan shotgun !!!
Sebelum koma dan digotong ke rumah sakit, ia samar-samar masih bisa melihat sepasang tupai berlompatan riang ketawa cekikikan di atas pohon rambutan.
Selanjutnya ia sudah tidak ingat apa-apa lagi.
....................................................................................
Note :
  1. Yang ditenggak newbie adalah bensin dalam gelas yang dipakai untuk mencuci gluprutan olie. Saking stress dan putus asanya.
  2. Pada rakitan terakhir, angin tetap tidak bisa masuk ke laras karena rupanya antara lubang transfer port di receiver dengan lubang angin di laras tidak segaris. Tidak hati2 me-lem dan mensinkronize lubang. Jadi buntu 100%. Newbie tidak bisa lagi menemukan penyebabnya itu karena sudah koma duluan. Kasihan ya.
  3. Cerita humor anekdot fiktif ini mengandung pesan moral dan pesan teknis, bahwa sesederhana apapun bedil, tetap saja dia bedil yang didesain dan dibuat oleh manusia dengan teknik yang cukup rumit dan dengan presisi tinggi. Bergeser 1 mm di tempat tertentu bisa menyebabkan bedil tidak berfungsi sama sekali atau bisa saja menjadi bahaya besar.
Koprekology (tinkering) secara sembrono dan kurang hati-hati, tanpa panduan pihak yang lebih berpengalaman – terutama bagi para pehobi pemula -- atau tanpa panduan dari literatur panduan service dan parts diagram, adalah sesuatu yang mengandung resiko.
Tidak sedikit kejadian kecelakaan fatal akibat kesembronoan :
Kejedot modul buntut springer. Jari putus kejepit laras dan receiver break barrel. Jari putus kejepit receiver dan cocking lever pada underlever dan sidelever. Kepental bolt yang lepas masuk ke mata. PCP meledak karena diisi oksigen dan bukan udara. Kepala gegar terhantam laras break barrel yang mrucut saat mengokang dengan tangan licin. Kepala bolong terhantam luncuran visir depan break barrel yang mrucut saat dikokang (visir depan sistem jepit yang duduknya longgar bisa terpental seperti peluru kaliber .50). Bedil meledak sendiri tanpa ditarik picunya. Mata kemasukan mimis richochet Telescope longgar di springer tanpa stopper meluncur menghantam mata. Mimis diemut dimasukkan mulut tertelan. Kena tembak dirinya sendiri. Dan lain-lain human error yang membahayakan.
  • Safety first. Waspada dan hati-hati adalah bijaksana.
Malpraktek kecerobohan konyol dalam Koprekology juga sering terdengar, dan mungkin bahkan sudah menjadi pengalaman pribadi :
Per kecil melenting hilang entah kemana. Ngamplas ngikir terlalu banyak akhirnya malah oblak. Mau amputasi kiri keliru amputasi kanan. Baut dol karena kekencangan memutar. Gotri menggelinding hilang dipatuk ayam disangka jagung. Lubang yang mestinya diisi udara eh.. diisi olie. Nge-lem kebanyakan akhirnya semua lubang tertutup buntu. Yang mestinya disogok pake plastik disogok pake kawat. Yang mestinya dibersihkan pake degreaser dibersihkan pake bensin. Yang mestinya lurus diganjal dimiringkan. Yang mestinya diminyaki silikon diminyaki minyak jelantah gerih. Dan lain-lain.
Apapun komentar orang, Koprekology adalah cabang ilmu yang menantang dan ekspresif improvisasif. Merupakan cerminan kecintaan orang terhadap hobinya, yang menganggap insinyur2 teknik di divisi riset di pabrik bedil hanyalah sekumpulan orang2 culun yang hasil karyanya salah melulu tidak sempurna dan hanya akan sempurna di tangan Koprekolog.
Jadi sekarang semuanya terserah Anda. Mau jadi insinyur teknik culun atau menjadi Koprekolog......... Atau, menjadi Koprekolog culun.
Ok. Semoga cerita lucu wagu dan aneh tragis ini bisa membawa manfaat.
Have a nice shooting day.
Salam Springer. Kux Klux Klanck. One Cock One Shot One Kill.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
WARNING :
Artikel ini adalah karya asli. Belum pernah dipublikasikan. Nama, tempat, dan kejadian adalah fiktif belaka. Jika ada kemiripan, itu adalah kebetulan. Artikel semata-mata untuk hiburan dan dagelan, dan tidak ada maksud untuk menghina, melecehkan, menyudutkan dan merugikan pihak manapun.
Copy dan publikasi oleh pihak lain untuk tujuan komersil tanpa persetujuan dari author adalah dilarang, sesuai undang-undang, dengan ancaman hukuman pidana dikoprek moncongnya diskeur.

psi nav

Click on the x button in the top right corner to close the current tab:

x

PSI Pendaftaran

Calon Anggota :
1. Mengisi Formulir Pendadftaran. 2. Mengirimkan Data lengkap (fc: KTP/KK=2 lbr, poto uk.4x6=2 lbr)
3. Melunasi By.Adm Pembuatan KTA = Rp. 70.000,-(lima puluh ribu rupiah)
5. Melunasi Iuran 1 tahun = Rp.120.000,-(seratus duapuluh ribu rupiah)
mailto : psijabodetabek@yahoo.com

Contact Persons :
- 0838 7052 3883 (Abu Solaiman-Assisten Ketua Umum PSI JABODETABEK)

Pembagian Wilayah :
1.  Korwil Tangerang Selatan : Herlan Suherlan (Kakorwil) 0858 8386 7670
2.  Korwil Tangerang Kota : Amin Margianto (Kakorwil) 0812 1088 1337
3.  Korwil Bogor : Aris Supriyadi (Kakorwil) 0856 9533 2073
4.  Korwil Bekasi : Taufik Hidayat (Kakorwil) 0813 8222 1935
5.  Korwil Depok : Ahmad Sulaiman (Kakorwil) 0896 3251 7752
6.  Korwil Jakarta Selatan : Arh.Fauzan (Kakorwil) 0812 9919 7459
7.  Korwil Jakarta Timur   : Muji Trimo (Andros) Eko.H. (Kakorwil) 0819 0816 0111
8.  Korwil Jakarta Utara    : Dedy Kurniawan (Kakorwil) 0878 8011 1983
9.  Korwil Jakarta Pusat    : Eman Sulaeman (Kakorwil) 0878 7866 1199
10.Korwil Jakarta Barat    : Ahmad Fauzy (Kakorwil) 0812 9954 154

x

Pendiri PSI


x

Motto

SEDERHANA BERMANFAAT

artinya : seluruh anggota PSI Shooting Club bertanggung jawab mengemban tugas untuk memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.

x

Visi & Misi

Visi

PSI Shooting Club mengayomi kerukunan antar anggota dan beprestasi.

Misi

    1. Menghimpun para pecinta senapan angin dalam satu wadah PSI Shooting Club
    2. Mengadakan latihan bersama
    3. Mengadakan kegiatan pro aktif yang berhubungan dengan senapan angin
    4. Menjalin hubungan baik dengan instansi terkait.

x

Agenda

Lomba Internal PSI Shooting Club Desember 2016

Mengikuti Lomba Parto Cup di BSD